Pengertian Dari Manajemen Dan Konflik

Pengertian Dari Manajemen Dan Konflik

Pengertian manajemen konflik

Daftar Isi

1. Pengertian manajemen konflik


manajemen => berarti mengatur atau mengolah suatu hal agar menjadi baik, tertib, teratur, tepat.
sedangkan konflik => berarti masalah atau persoalan akan suatu hal
jadi manajemen konflik adalah mengatur atau mengolah/meminpin konflik/suatu persoalan ke arah yg lebih baik agar mendapatkan jalan keluar atau jawaban atas masalah yang dihadapi tersrbut.


semoga mmbntu : )

2. manajemen konflik akan dapat?..​


Jawaban:

mengevaluasi sistem dan mengembangkan kompetensi

jawaban :

manajemen konflik akan dapat?

memungkinkan organisasi atau perusahaan untuk dapat mengevaluasi sistem dan mengembangkan kompetensi.

maksud dari manajemen konflik mampu mengevaluasi sistem adalah dapat mengevaluasi efektivitas sistem yang berjalan.

penjelasan:

maaf kalau salah

semoga bermanfaat:D&K

jangan lupa follow aku yah

jadikan jawaban terbaik yah


3. apa itu manajemen konflik ​


Jawaban:

Manajemen konflik adalah proses mengendalikan konflik agar dampak negatifnya berkurang dan dampak positifnya meningkat. Manajemen konflik mencakup aktivitas pencegahan konflik yang tidak perlu, penyelesaian perselisihan, dan pendayagunaan konflik secara konstruktif.


4. sebutkan dan jelaskan hasil dari manajemen konflik​


Jawaban:

Semua organisasi yang berorientasi pada profit pasti menerapkan dan mengembangkan manajemen konflik. Berikut ini adalah beberapa manfaat manajemen konflik bagi perusahaan:

   Mengembangkan Kompetensi

   Implementasi manajemen konflik yang baik akan meningkatkan dan mengembangkan kompetensi perusahaan, khususnya dalam hal kompetensi non-teknis. Dengan perumusan dan penerapan strategi manajemen konflik yang tepat maka kemampuan perusahaan dalam menangani konflik internal akan semakin kuat.

   Evaluasi Sistem

   Perusahaan sulit melakukan evaluasi terhadap efektivitas suatu sistem jika tidak terjadi konflik di dalamnya. Dengan adanya konflik maka perusahaan dapat melakukan identifikasi apakah sistem yang diterapkan berjalan dengan baik atau diperlukan perbaikan.

Penjelasan:

Tujuan Manajemen Konflik

Berikut ini beberapa tujuan manajemen konflik, diantaranya sebagai berikut:

   Mencegah dan meminimalisir terjadinya gangguan terhadap anggota organisasi, sehingga dapat fokus kepada visi dan misi perusahaan atau organisasi.

   Membangun rasa saling menghormati antar sesama anggota organisasi dan menghargai keberagaman.

   Meningkatkan kreativitas anggota organisasi dengan memanfaatkan konflik yang terjadi.


5. Apa yg dimaksut dengan manajemen konflik?


Manajemen konflik adalah suatu proses pembuatan rencana dan mengendalikan kondisi yang tidak berkesesuaian yang terjadi di antara pihak-pihakManajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik.

6. manajemen konflik dalam organisasi ​


menajemen konflik sangatlah berpengaruh bagi anggota organisasi.
menajemen konflik merupakan serangkaian aksi atau reaksi antara pemeran atau pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik tersebut

7. Manajemen konflik keluarga adalah


Jawaban:

Manajemen konflik keluarga berarti proses mengelola konflik yang terjadi pada keluarga dengan menyusun sejumlah strategi yang dilakukan oleh pihak-pihak berkonflik dalam keluarga sehingga mendapatkan resolusi yang diinginkan.

Penjelasan:

jgn lupa support dgn like dan jadikan jwbn terbaik ya (◍•ᴗ•◍)

jgn lupa support dgn like dan jadikan jwbn terbaik ya (◍•ᴗ•◍) #maaf klo salah


8. Gaya manajemen konflik?


sok cool sok keren sok kuat sok hebat

9. Jelaskan tentang hasil manajemen konflik!


Jawaban:

Manajemen Konflik adalah sebuah proses mengelola konflik dengan menyusun sejumlah strategi yang dilakukan oleh pihak-pihak berkonflik sehingga mendapatkan resolusi yang diinginkan.


10. Konflik lumrah terjadi, pun ditempat anda bekerja atau berorganisasi. manajemen diperlukan untuk mengatasi konflik. bagaimana tanggapan anda tentang manajemen konflik? berikan contoh kasusnya.


Jawaban:

menajemen konflik sangat diperlukan agar kondisi dalam organisasi atau tempat kerja stabil dan tidak ada konflik antar anggota dalam organisasi atau tempat kerja tersebut. Disamping itu, konflik juga dapat didorong, dikurangi dan diatasi. Dalam hal ini, pemimpin/manajer lebih sering untuk mengurangi dan mengatasi konflik daripada mendorong konflik agar organisasi atau tempat kerja tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar untuk mencapai tujuan bersama.

Tujuan manajemen konflik adalah meningkatkan kinerja dan keaktifan karyawan, mengembangkan kemampuan karyawan, melatih kemampuan menyelesaikan konflik dan meningkatkan rasa saling menghormati.

Penjelasan:

A. Manajemen konflik

Dalam manajemen konflik ini, konflik dapat didorong, dikurangi, atau dipecahkan/diatasi.

1. Mendorong konflik

Konflik yang sehat diperlukan dalam suatu organisasi. Berikut sebagai contoh cara yang dipakai untuk mendorong konflik:

a. Manajer dapat mendorong konflik dengan mengadakan kompetisi atau persaingan, menawarkan bonus atau lainnya.

b. Mendatangkan orang/manajer dari luar, khususnya jika manajer dari luar tersebut mempunyai kebiasaan lain dari kebiasaan organisasi.

c. Cara lain dengan mengubah prosedur yang sudah mapan.

2. Mengurangi konflik

Biasanya manajer lebih memperhatikan usaha mengurangi konflik daripada mendorong konflik. Berikut sebagai contoh cara yang mengurangi konflik:

a. Menambah sumber daya yang diperebutkan dapat mengurangi konflik, jika organisasi mempunyai sumber daya yang cukup.

b. Manajer dapat mengganti tujuan yang menjadi sumber konflik dengan tujuan yang lebih tinggi, yang dapat diterima oleh pihak yang bertentangan.

c. Memasukkan "musuh" yang dapat menyatukan pihak yang bertentangan.

3. Mengatasi konflik

Ada tiga cara yaitu;

a. Dominasi, mempunyai ciri menekan konflik dan menghasilkan situasi menang/kalah. Cara dominasi adalah penekanan, penenangan, penghindaran, aturan mayoritas, akomodasi dan kompetisi.

b. Kompromi, hal ini dilakukan untuk menemukan jalan tengah yang dapat diterima oleh pihak yang bertentangan. Bentuk kompromi adalah pemisah, arbitrasi, pemecahan secara random, kembali ke peraturan yang berlaku dan kompensasi.

c. Pendekatan integratif, pendekatan ini konflik kelompok diubah menjadi situasi pemecahan masalah bersama dengan teknik pemecahan masalah. Tiga jenis pemecahan integral adalah konsensus, konfrontasi, dan penetapan tujuan yang lebih tinggi juga dapat dipakai dalam pendekatan ini jika tujuan tersebut dapat memasukkan tujuan yang lebih rendah yang saling bertentangan.

B. Contoh Manajemen Konflik

Konflik paling umum yang biasa terjadi di dalam sebuah perusahaan yang berfokus pada kinerja dan produktivitas dapat ditangani dengan baik.

Sehingga perusahaan atau HRD harus memahami berbagai konflik yang umum atau biasa terjadi dan cara menyelesaikan atau manajemen konflik yang tepat.

1. Konflik Kepemimpinan

Biasanya, para pemimpin diharapkan untuk dapat turun tangan demi menyelesaikan masalah atau konflik yang terjadi di suatu perusahaan tersebut. Tapi bagaimana jika para pemimpin tersebut yang membuat konflik atau menjadi pusat konflik? Hal ini tentu tak bisa dihindari, terutama jika pimpinan tersebut kurang berpengalaman namun mendapat promosi jabatan yang terbilang cepat tapi aspek kepemimpinan dan pelatihannya kurang tepat.

Selain itu, adanya tekanan lingkungan ditambah dengan kurangnya pengalaman sangat riskan menimbulkan konflik.

Penyelesaian: HRD harus mampu menentukan, bagaimana cara memilih individu yang tepat dan memang berkompetensi untuk mengisi posisi tertentu sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Dilakukannya proses rekrutmen dan manajemen sumber daya manusia (SDM) sangat berpengaruh dalam hal ini. Sehingga jika sudah terlanjur salah memilih, diperlukan komunikasi yang intens antara manajer, karyawan, dan HRD mengenai bagaimana cara untuk menjadi penengah dan berkompromi dengan gaya kepemimpinan mana yang seharusnya digunakan. Pastikan jenis gaya kepemimpinan ini sesuai dengan budaya tempat kerja dan nilai perusahaan.

2. Konflik Gaya Bekerja

Setiap orang pasti memiliki gaya bekerja masing-masing. Beberapa orang lebih suka bekerja di dalam suatu kelompok, sementara ada pula yang lebih suka bekerja sendirian dan melakukan pekerjaan terbaiknya. Ada orang yang tidak memerlukan arahan ekstra untuk bekerja, ada pula yang harus dituntun atau diberi arahan di setiap langkahnya. Adanya perbedaan gaya kerja tersebut kadang membuat adanya konflik dan juga membuat individu lain terhambat keharmonisannya dan pekerjaan timnya terganggu sehingga timbulnya miskomunikasi yang menghambat kinerja perusahaan.

Penyelesaian: Manajemen konflik yang digunakan dalam kasus ini diperlukan cara untuk memahami dan menghormati gaya kerja setiap anggota yang berbeda-beda untuk dapat bekerja dan membentuk tim kerja dengan sukses. Setiap anggota tim harus saling terbuka dan memahami serta berkompromi untuk mengolaborasikan gaya bekerja yang berbeda.

Referensi :

BMP EKMA4116/Modul 7


11. tolong jelaskan apa itu manajemen konflik dan negosiasi ?dan berilah contoh manajemen konflik dan negosiasi dalam dunia ​bisnis​


merupakan pertentangan/persaingan


12. Mengapa perlu adanya manajemen resolusi konflik


Jawaban:

manajemen konflik diperlukan untuk pendekatan terhadap masalah tersebut sehingga tecipta suatu solusi tepat dan adil.


13. mengapa manajemen konflik dan ketahanan nasional itu penting??


karena manajemen konflik itu pendekatan berupa komunikasi .sehingga jika trjadi konflik dapat diatasi dengan bantuan pihak lain untuk mendamaikan kedua pihak yg berselisih.

kalo kertahanan nasional itu penting karena berguna untk pembangunan semua aspek kehidupan seperti penegakan hukum dan ketertiban,terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran.

14. Bagaimana cara manajemen perusahaan apabila terjadi konflik


perlu musyawarah untuk mencari sebab terjadinya konfllik,biasanya konflik itu disebabkan oleh salah satu pegawai perusahaan


15. Menggolongkan konflik antara karyawan dan manajemen


Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel  menjelaskan bahawa konflik dapat digolongkan sebagai berikut :

1.  Konflik Intrapersonal adalah konflik yang terdapat dalam diri seseorang, konflik ini terjadi ketika  pada suatu waktu yang sama  seseorang memiliki dua keinginan yang tidak  mungkin dipenuhi sekaligus.

Ada tiga macam bentuk konflik intrapersonal, yaitu :

§    Konflik pendekatan-pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada pilihan yang sama sama menarik

§    Konflik pendekatan-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada ddua pilihan yang sama menyulitkan.

§    Konflik enghindaran-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada suatu hal yang mempunyai nilai Fositif dan Negatif


16. Mengapa perlu adanya manajemen atau resolusi konflik?


Perlu adanya manajemen atau resolusi konflik adalah guna untuk melakukan:

Evaluasi Sistem

Sebuah organisasi kemudian tidak akan mampu untuk dapat melakukan sebuah evaluasi terhadap sebuah bentuk efektivitas sistem yang dimana jika tidak terjadi konflik yang dimana terjadi di dalamnya. Dengan adanya sebuah konflik maka sebuah organisasi akan mampu mealkukan sebuah bentuk identifikasi dari sebuah sistem yang dimana kemudian diterapkan berjalan dengan baik atau perlu perbaikan.

Melakukan Pengembangan Kompetensi

Guna untuk dapat melakukan peningaktan dan juga pengembangan akan kompetensi pada sebuah organisasi. Dengan adnaya sebuah strategi terhadap manajemen konflik yang kuat maka kita akan mampu untuk menangani berbagia macma konflik internal yang kuat.

Pelajari lebih lanjut  

1. Materi tentang apa contoh dari konflik psikologi dan konflik struktural https://brainly.co.id/tugas/1707485

2. Materi tentang apa perbedaan konflik destruktif dan konflik konstruktif https://brainly.co.id/tugas/9332244

-----------------------------

 

Detil jawaban

Kelas: 11

Mapel: Sosiologi

Bab: Bab 3 - Konflik dan Integrasi Sosial

Kode: 11.20.3

Kata Kunci: Manajemen, Konflik, Resolusi


17. Apakah tujuan manajemen konflik


1.Mencegah gangguan kepada anggota organisasi untuk memfokuskan diri kepada visi,misi dan tujuan organisasi
2.Meningkatkan kreatifitas
3.Memahami orang lain dan menghormati keberagaman
maaf klo slh

18. jelaskan konflik keagenan dalam manajemen keuangan?


Teori keagenan pada dasarnya mengatur hubungan antara satu kelompok pemberi kerja (prinsipal) dengan penerima tugas (agen) untuk melaksanakan pekerjaan (Jensen dan Meckling, 1976). Dalam hal ini yang dimaksud dengan pemberi kerja (prinsipal) adalah para pemegang saham, sedangkan penerima tugas (agen) adalah manajemen. Kedua belah pihak terkait kontrak yang menyatakan hak dan kewajiban masing-masing. Prinsipal menyediakan fasilitas dan dana untuk menjalankan perusahaan, sedangkan agen mempunyai kewajiban untuk mengelola apa yang ditugaskan oleh para pemegang saham kepadanya. Untuk kepentingan tersebut prinsipal akan memperoleh hasil berupa pembagian laba, sedangkan agen memperoleh gaji, bonus, dan berbagai kompensasi lainnya. Masalah keagenan antara manajer dengan pemegang saham berpotensi muncul ketika manajer suatu perusahaan memiliki kurang dari 100 persen saham perusahaan, sehingga manajer cenderung bertindak untuk mengejar kepentingan dirinya dan sudah tidak berdasar pada maksimalisasi nilai dalam mengambil keputusan pendanaan (Jensen dan Meckling, 1976). Penyebab lain konflik antara manajer dengan pemegang saham adalah keputusan pendanaan. Para pemegang saham hanya perduli terhadap risiko sistematik dari saham perusahaan, karena mereka melakukan investasi pada portofolio yang terdiversifikasi dengan baik. Namun manajer sebaliknya lebih peduli pada risiko perusahaan secara keseluruhan. Ada dua alasan yang mendasari menurut (Jensen dan Meckling, 1976) adalah 1) bagian substantif dari kekayaan mereka di dalam spesifik human capitalperusahaan, yang membuat mereka non diversible, 2) manajer akan terancam reputasinya, demikian juga kemampuan menghasilkan earning perusahaan, jika perusahaan menghadapi kebangkrutan (Wahidahwati, 2002). Teori keagenan juga menyatakan bahwa konflik kepentingan antara manajemen dengan pemegang saham dapat diminimalisasi dengan suatu mekanisme pengawasan yang dapat mensejajarkan kepentingan-kepentingan yang terkait. Namun dengan munculnya mekanisme pengawasan tersebut akan memunculkan biaya yang disebut dengan agency cost (Wahidahwati, 2002). Biaya keagenan (agency cost) tersebut dapat dikurangi dengan beberapa alternatif, yang antara lain: pertama, dengan meningkatkan kepemilikan saham perusahaan oleh manajemen. Kedua, dengan meningkatkan dividend pay out ratio. Ketiga, meningkatkan pendanaan dengan hutang. Keempat, investor institusi sebagai monitoring agents (Wahidahwati, 2002). Penggunaan teori keagenan sebagai landasan teori dalam penelitian ini adalah dikarenakan bahwa teori keagenan dapat menjelaskan hubungan antara variabel independen (ROA, Pertumbuhan Asset, Pertumbuhan Penjualan, dan Kepemilikan Institusi) dan variabel dependennya permodalan bank (CAR). Dalam penelitian ini teori keagenan menjelaskan adanya konflik antara prinsipal (pemegang saham) dan agen, yang mana prinsipal menggunakan sistem pengendalian/kontrol yang berupa kepemilikan institutional untuk mengawasi, mengendalikan, dan mengarahkan agen (manajer) agar bertindak untuk memaksimalkan kepentingan pemegang saham (nilai perusahaan).

19. setelah mempelajari ruang lingkup manajemen konflik dan memahami berbagai pengertian serta bentuk bentuk konflik.mulai dari konflik individu hingga konflik organisasi? diskusikan apa saja bentuk bentuk konflik yang anda pahami.berikan contoh strategi dan model resolusi konflik!​


Jawaban:

Bentuk-bentuk Konflik:

1. Konflik Individu: Konflik yang terjadi di dalam diri seseorang, ketika ada perasaan ketidaknyamanan, kebingungan, atau ketegangan antara nilai-nilai, kebutuhan, atau tujuan yang berbeda. Contoh: Seorang siswa yang konflik antara ingin bermain game sepanjang malam dan kebutuhan untuk istirahat yang cukup untuk kesuksesan akademik.

2. Konflik Antarindividu: Konflik yang terjadi antara dua individu atau lebih. Ini bisa disebabkan oleh perbedaan pendapat, nilai-nilai, kebutuhan, atau tujuan. Contoh: Karyawan yang memiliki pandangan berbeda tentang pendekatan terbaik dalam menyelesaikan tugas tim.

3. Konflik Antarkelompok: Konflik yang terjadi antara dua kelompok atau lebih, baik di dalam organisasi, masyarakat, atau antara negara. Ini dapat terjadi karena persaingan sumber daya, perbedaan pandangan, atau kepentingan yang bertentangan. Contoh: Persaingan antara dua tim olahraga di sekolah yang bersaing untuk memenangkan kejuaraan.

4. Konflik Struktural: Konflik yang muncul dari struktur organisasi atau tata cara yang ada. Ini bisa terjadi karena perbedaan dalam tanggung jawab, wewenang, distribusi sumber daya, atau perbedaan kepentingan. Contoh: Konflik antara departemen penjualan dan departemen produksi dalam perusahaan karena tuntutan waktu yang ketat dan konflik kepentingan.

Strategi dan Model Resolusi Konflik:

1. Pendekatan Kolaboratif: Para pihak yang terlibat dalam konflik bekerja sama untuk menemukan solusi yang memenuhi kepentingan semua pihak. Strategi ini melibatkan dialog terbuka, saling mendengarkan, dan mencari solusi win-win. Contoh: Seorang manajer yang mengumpulkan tim untuk membahas perbedaan pendapat dan mencari kompromi yang memuaskan untuk semua orang.

2. Pendekatan Kompromi: Para pihak yang terlibat dalam konflik mencapai kesepakatan dengan saling memberikan dan menerima. Ini melibatkan mencari solusi tengah yang dapat diterima oleh semua pihak, meskipun mungkin tidak sepenuhnya memenuhi keinginan individu. Contoh: Dua rekan kerja yang memiliki pendapat berbeda tentang metode kerja yang terbaik, setuju untuk mengadopsi pendekatan yang menggabungkan ide-ide mereka.

3. Pendekatan Menghindar: Salah satu atau semua pihak yang terlibat dalam konflik menghindari konfrontasi atau penyelesaian masalah tersebut. Ini bisa terjadi jika konflik dianggap tidak signifikan atau tidak ada manfaat yang jelas dalam mencari solusi. Contoh: Seorang siswa yang memilih untuk tidak berpartisipasi dalam konflik antar teman sekelasnya.

4. Pendekatan Mediasi: Seorang mediator netral membantu pihak yang terlibat dalam konflik untuk mencapai kesepakatan. Mediator membantu memfasilitasi komunikasi, menemukan solusi kreatif, dan membantu mereka menemukan titik temu. Contoh: Seorang mediator yang membantu dua teman dalam perselisihan memahami perspektif masing-masing dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Penting untuk dicatat bahwa strategi dan model resolusi konflik yang digunakan harus disesuaikan dengan konteks dan karakteristik spesifik konflik yang terjadi. Tidak satu pendekatan pun yang dapat digunakan dalam semua situasi, dan penyelesaian konflik yang efektif seringkali melibatkan kombinasi dari beberapa strategi yang berbeda.

Penjelasan:

klik bintang itu gratis


20. apa yang di maksud dengan manajemen konflik


manajemen konflik:adalah suatu proses aksi dan reaksi yang di ambil oleh para pelaku konflik atau pihak ketiga secara rasional dan seimbang,dalam rangka pengendalian situasi dan kondisi perselisihan yang terjadi antara beberapa pihak.
#Maaf klau salah

21. Apa pengertian manajemen dan menjelaskan pengertian manajemen tersebut dengan detail


Pengertian manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian kegiatan anggota organisasi dan proses pengguna sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

22. Jelaskan apa yang saudara ketahui tentang manajemen konflik dalam pelaksaanan fungsi manajemen​


manajemen konflik yaitu sebuah pendekatan yg dilakukan serta diarahkan untuk komunikasi dengan pelaku konflik. yang dimana pelaku konflik dapat memengaruhi kepentingan bersama suatu organisasi.

tipe manajemen konflik yang harus diketahui

Avoiing: Avoiding adalah yaitu upaya untuk menghindari sebuah konflik agar tidak terlibat di dalamnya.Compromising:Berbeda dari acomodating, cara ini lebih memerhatikan kepentingan bersama.Colaborating: suatu proses yang dilakukan dua atau tiga orang bahkan organisasi untuk menyelesaikan tugas agar mencapai tujuan tertentu Competing. : cara yang digunakan dengan mengarahkan pihak yang terlibat konflik bersaing dan akhirnya salah satu pihak mengalah demi tercapainya kepentingan pihak lain Conglomeration : sebuah perusahaan besar yang terdiri dari perusahaan kecil dan bergerak di berbagai bidang

semoga membantu yaa !!


23. Jelaskan konsep manajemen konflik ! Dankapan harus digunakan?​


Jawaban:

manajemen konflik adalah langkah yang diambil pihak ketiga dengan tujuan mengarahkan konflik ke hasil tertentu yang mungkin/tidak menghasilkan hasil akhir berupa penyelesaian konflik atau mungkin/tidak menghasilkan ketenangan atau hasil mufakat.

di gunkaaan saat ada konflik seperti :

-Mencegah Konflik Destruktif.

-Menghadirkan Komunikasi Efektif.

-Memberikan Penerapan Aturan Baku.

-Menciptakan Iklim Kerja Harmonis.

Penjelasan:

SEMOGA MEMBANTU


24. setelah mempelajari ruang lingkup manajemen konflik dan memahami berbagai pengertian serta bentuk bentuk konflik.mulai dari konflik individu hingga konflik organisasi? diskusikan apa saja bentuk bentuk konflik yang anda pahami.berikan contoh strategi dan model resolusi konflik!​


Jawaban:

Manajemen yang buruk

Perlakuan yang tidak adil baik dari pihak perusahaan maupun pimpinan.

Peran pekerjaan yang tidak jelas untuk karyawan

Pelatihan yang tidak memadai

Komunikasi yang buruk antar anggota tim

Lingkungan kerja yang buruk

Kurangnya kesempatan yang sama

Adanya intimidasi dan pelecehan

Adanya perubahan signifikan pada perusahaan baik dari hulu maupun hilir operasional bisnis yang dikerjakannya

maaf kalau salah , kalau benar jangan lupa follow


25. jelaskan pengertian manajemen,pengertian manajer , perkembangan ilmu manajemen , fungsi-fungsi manajemen!​


Jawaban:

manajemen adalah yang mengatur jalannya proses kepribadian seseorang dalam melakukan tindakan

Jawaban:

#manajemen

adalah sebuah seni mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan utama sebuah organisasi atau bisnis melalui proses perencanaan,pengorganisasian,pengelolaan ,dan pengawasan sumber daya dengan cara yang efektif dan efisien

#manajer

adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan² mereka guna mencapai sasaran organisasi, seorang yang karena pengalaman , pengetahuan dan keterampilanya diakui oleh organiaasi untuk memimpin mengatur mengelola mengembalikan dan mengembangkan kegiatan organisasi dalam rangka mencapai tujuan

#perkembangan ilmu manajemen

ilmu manajemen mempunyai sejarah perkembangan sendiri seperti ilmu² lain .didalam ilmu manajemen dikenal 3 aliran pemikiran manajemen yg masing masing

berusaha membantu manajer untuk memahami dan memimpin organisasi,serta mengatasi masalah² nya.tiga aliran pemikiran manajemen tersebut adalah aliran klasik (aliran ini mempunyai dua cabang yaitu manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik) aliran hubungan organisasi (sering disebut aliran aliran perilaku atau aliran neoklasik,(dan aliran ilmu manajemen).

#fungsi² manajemen

pengawasan(controlling)

kordinasi(coordinating)

staffing

pengorganisasian

Penjelasan:

semoga bermanfaat

maaf kalo ada kesalahan


26. mengapa perlu adanya manajemen/resolusi konflik?


ketika ada permasalahan langsung di selesaikan

27. Jelaskan bagaimana mengatasi konflik dengan manajemen konflik! Bagaimana cara mengatasi konflik yang ada dengan kompromi!


Jawaban:

dengan mengambil jalur tengah

Penjelasan:

pertama tama pikirkan kedua belah pihak, sebelum mengambil keputusan Ada kah pihak Yang dirugikan Dan di untungkan. bila sudah melihat Dan memikirkan semuanya ajukan sesuatu Yang menarik agar kedua belah pihak bisa berkompromi bersama


28. manajemen konflik akan dapat membatu usaha dalam ?​


Jawaban:

bidang jasa

Penjelasan:

maaf kalo salah


29. Apakah yang dimaksud dengan strategi manajemen konflik?​


Jawaban:

Penjelasan:

Menurut Thomas, K.W., dan R.H. Kilmann, terdapat 5 Strategi Manajemen Konflik yaitu Akomodatif (Accomodating), Menghindari (Avoiding), Berkolaborasi (Collaborating), Bersaing (Competing) dan Berkompromi (Compromising). Baca juga : Pengertian Konflik dan Jenis-jenis konflik berdasarkan tingkatannya.

Jawaban:

menurut ahli Howard Ross, manajemen konflik adalah langkah yang diambil pihak ketiga dengan tujuan mengarahkan konflik ke hasil tertentu yang mungkin/tidak menghasilkan hasil akhir berupa penyelesaian konflik atau mungkin/tidak menghasilkan ketenangan atau hasil mufakat

Penjelasan:

maaf kalau salah ✌️ semoga membantu


30. Apa yang dimaksud dengan manajemen konflik?


Jawaban:

Manajemen konflik adalah suatu proses untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mengelola konflik antara individu atau kelompok dalam suatu organisasi atau lingkungan interpersonal. Tujuan dari manajemen konflik adalah meminimalkan dampak negatif konflik, mengarahkan konflik menuju penyelesaian yang bermanfaat, serta mempromosikan kerjasama dan produktivitas yang lebih baik.


31. Apakah tujuan manajemen konflik??


Tujuan manajemen konflik adalah untuk mencapai kinerja yang optimal dengan cara memelihara konflik tetap fungsional dan meminimalkan akibat konflik yang merugikan, Mengingat kegagalan dalam mengelola konflik dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi. ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Apa Tujuan Manajemen Konflik ?

Jawab :

Tujuan Manajemen Konflik.
Yaitu :
-> Meningkatkan Rasa Kreatifitas.
-> Menghormati dan menghargai orang lain.
-> Mencegah terjadinya konflik.
-> Meningkatkan Visi dan Misi.

Semoga Membantu 

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

32. Bagaimana tanggapan anda tentang manajemen konflik?


Jawaban:

Manajemen konflik adalah suatu pendekatan atau suatu kegiatan yang dilakukan untuk komunikasi dengan pihak yang terkait dengan konflik tersebut. Pelaku konflik tersebut bisa mempengaruhi kepentingan bersama dalam suatu organisasi.

Penjelasan:

SEMOGAK MEMBANTU

MAAF KALAU SALAH


33. Apakah tujuan dari manajemen konflik?


- mencegah gangguan kepada anggota organisasi untuk memfokuskan diri pada visi, misi, dan tujuan organisasi
- Memahami orang lain dan menghargai keberagaman
- Meningkatkan kreativitas
- Menciptakan prosedur dan mekanisme penyelesaian konflik
- mengurangi  loyalitas dan komitmen organisasi
 
1.mencegah gangguan kepada anggota organisasi untuk memfokuskan diri kepada visi,misi dan tujuan organisasi
2.meningkatkan kreatifitas
3.memahami orang lain dan menghormati keberagamaaan
semoga membantu ya

34. tolong jelaskan manajemen konflik???


rangkaian aksi antara pelaku maupun pihak luar didalam suatu terjadinya konflik
Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk komunikasi (termasuk tingkah laku) dari pelaku maupun pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan (interests) dan interpretasi

35. Manajemen konflik menurut colins


Jawaban:

Collins dan Lausen (Farida, 1996) memandang konflik pada remaja sebagai akibat dari perubahan peran yang diharapkan oleh lingkungan sosial di sekitarnya karena remaja mengalami transisi tahapan usia dan perubahan- perubahan menuju kematangan.

Penjelasan:

Maaf klo salah.


36. Contoh manajemen konflik kalah kalah


Dua bagian pemasaran komputer yang saling bersaing dalam satu organisasi, dimana kedua bagian tersebut siapakah yang pertama mencapai atau memenuhi keuota penjualan yang paling banyak. Konflik disini lebih banyak disebabkan oleh sifat dasar manusia yang lebih cenderung tidak pernah merasa puas akan apa yang dia telah raih. Sifat-sifat dasar yang tadi dipacu dengan adanya persaingan maka akan menjadi lebih memanas

semoga membantu

37. Jelaskan pentingnya mempelajari manajemen konflik !


Jawaban:

Mencegah dan meminimalisir terjadinya gangguan terhadap anggota organisasi, sehingga dapat fokus kepada visi dan misi perusahaan atau organisasi. Membangun rasa saling menghormati antar sesama anggota organisasi dan menghargai keberagaman

Jawaban:

Berikut ini meeupakan tujuan manajemen konflik ,di antaranya sebagai berikut : mencegah dan meminimalisir terjadinya gangguan terdapat anggota organisasi ,sehingga dapat fokus kepada visi dan misi perusahaan atau organisasi .membangun rasa saling menghormati antar sesama anggota organisasi dan menghargai keberagaman.


38. apa dampak dari manajemen konflik bagi sebuah organisasi?​


Jawaban:

Penanganan manajemen konflik dengan tepat yang didukung dengan strategi dan sistem akan membantu organisasi mengembangkan kompetensinya, terlebih dalam hal kompetensi non teknis. Manajemen konflik dapat meningkatkan skill organiasi dalam hal penanganan konflik internal sehingga organisasi menjadi lebih kuat.


39. jelaskan yang dimaksud manajemen konflik dengan kompromi​


menejemen konflik sangat penting dalam suatu organisasi.pemimpin organisasi dituntut menguasai menejemen konflik agar konflik yang muncul dapat berdampak fositif untuk meninggkatkan mutu organisasi.


40. apa saja yang di peroleh dari hasil gaya manajemen konflik


dapat menyelesaikan masalah

Video Terkait

Kategori ekonomi